PisauMu telah tunjukkan tajamnya!
Kali ini tepat di ulu hatiku.
Lukanya meranggas pada yang lain
Makin hari semakin busuk dan bernanah
Mana maduMu?
Kabarnya kan selalu datang pasca kepedihan.
Yang ada aku terkulai minta belasMu.
Sunday, February 18, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment