(Oleh:Rika)
Semata-mata sepi yang merangkul
Bukan benci yang menggelayuti
Tidak semudah yang kau katakan:
Ya, aku tidak apa-apa
Bukan.
Memang tidak pernah kau rasakan
April 2005
Monday, February 19, 2007
Sunday, February 18, 2007
Amin Ya Allah
(Oleh:Rika)
Baris-baris puisi itu bergumam padaku
Terkadang juga riuh rendah
Kucari mungkin ada parasmu:
Kutemu sesurat ayat indah
Amin Ya Allah Amin.
Lagi-lagi ku terkapar tak berdaya
Baris-baris puisi itu bergumam padaku
Terkadang juga riuh rendah
Kucari mungkin ada parasmu:
Kutemu sesurat ayat indah
Amin Ya Allah Amin.
Lagi-lagi ku terkapar tak berdaya
Belum Saja Kau Tahu
(Oleh:Rika)
Iya, tumpahkan saja apa yang kau mau lontarkan!
Aku menampa dengan diam
Ayo, hibur saja aku dengan badut, puisi cinta, coklat dan amplop
Kan aku telan dengan tangis di hati
Kau bilang semua nyawa kan berpulang
Bayi mungil pun tahu itu
Kau serapah: lebih baik kirim doa
Kalau begitu, lewat pos mana kan kukirim?
Kutinggalkan rumah harap sisihkan luka
Sekoper kenangan mengganduli pundakku.
Mana lagi kupilih?
Kalau asa baru saja putus.
Iya, tumpahkan saja apa yang kau mau lontarkan!
Aku menampa dengan diam
Ayo, hibur saja aku dengan badut, puisi cinta, coklat dan amplop
Kan aku telan dengan tangis di hati
Kau bilang semua nyawa kan berpulang
Bayi mungil pun tahu itu
Kau serapah: lebih baik kirim doa
Kalau begitu, lewat pos mana kan kukirim?
Kutinggalkan rumah harap sisihkan luka
Sekoper kenangan mengganduli pundakku.
Mana lagi kupilih?
Kalau asa baru saja putus.
Rendra Bilang,
(Oleh:Rika)
Kalau Rendra bilang “tungku tanpa api”
Aku bilang tanpa tungku tanpa api
Kalau Rendra bilang kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan
Aku bilang:
Aku sepi
Aku takut
Aku lumpuh
Dan akhirnya mati.
2 Desember 2006
Kalau Rendra bilang “tungku tanpa api”
Aku bilang tanpa tungku tanpa api
Kalau Rendra bilang kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan
Aku bilang:
Aku sepi
Aku takut
Aku lumpuh
Dan akhirnya mati.
2 Desember 2006
Tuesday, February 13, 2007
Surat Kangen

Oleh: (Rika.For My Lovely GrandMa, RIP:13 Nov 2006)
Rindu ini terasa menusuk tulang dan hati, sayang
Terlebih diluar dingin tak henti-henti hujan
Kangen minta dipeluk dan dihujani ciuman
Pada siapa aku kan ceritera :
tentang bahagia suami naik pangkat?
dan mengeluh kucing-kucing kita terserang flu?
tragis banjir tenggelamkan kota?
busway menambah semrawut kota?
Tapi tentu kau selalu ikuti berita bukan..
Apakah kau disana kerasan, sayang?
Kerapkali kutelpon tanpa jawab dirumahmu.
Lain kali, sambangi kamarku lagi.
Bisikkan, atau paling tidak beri tanda kau juga tak melupakan aku.
Biar aku tenang dan senang.
(For My Lovely GrandMa, RIP:13 Nov 2006)
Jangan Berkata

Lebih baik diam tidak berkata-kata
Ketimbang kata merusak kalbu
Jangan ucap kata cinta
Lebih baik tepekur dalami rindu
Ketimbang nila mencerca putih
Lebih baik reguk saja itu bening
Tak perlu kau cari-cari warna
Baik kau coba hapusi saja itu dusta
Ini dusta, itu dusta
Simpan saja, aku gantikan dengan cinta...
Subscribe to:
Posts (Atom)
